Sebelum perjalanan mudik, cek ban dulu

Ban adalah bagian dari mobil yang bersinggungan langsung dengan permukaan jalan. Tentu ban berpengaruh besar terhadap kenyamanan dan keamanan selama di perjalanan. Agar terhindar dari masalah saat di tengah perjalanan, maka sebaiknya ban diperiksa.

Apakah Anda berencana untuk mengadakan perjalanan jauh? Dan perjalanan jauh tersebut ditempuh dengan mengendarai mobil sendiri? Jika iya, ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan. Salah satunya adalah melakukan pengecekan pada ban terlebih dahulu.

Mengapa pengecekan ban adalah hal yang penting? Ban adalah bagian dari mobil yang bersinggungan langsung dengan permukaan jalan. Tentu ban berpengaruh besar terhadap kenyamanan dan keamanan selama di perjalanan. Agar terhindar dari masalah saat di tengah perjalanan, maka sebaiknya ban diperiksa.
Berikut ini item yang perlu diperiksa:

Baca juga :
Mengenal Mobil Elektrik”

1. Kondisi ban

Pastikan kondisi fisik ban terpasang dalam kondisi baik. Definisi baik ini, ban tidak mengalami perubahan bentuk, semisal oval atau benjol yang diakibatkan oleh penggunaan atau terbentur benda asing. Pastikan karet ban dalam kondisi mulus dan tidak terdapat keretakan. Jika ditemukan keretakan pada permukaan karet ban, maka sebaiknya ban diganti. Keretakan dapat disebabkan karena umur ban yang sudah lama.

2. Tekanan ban

Tekanan ban berpengaruh terhadap kenyamanan dan keselamatan berkendara. Ban yang cenderung kempes menyebabkan keausan ban yang tidak merata serta meningkatkan konsumsi bahan bakar. Tekanan ban yang terlalu tinggi, menyebabkan ban cenderung lebih keras dan mengurangi kenyamanan berkendara. Pastikan tekanan ban disesuaikan dengan spesifikasi mobil tersebut. Sebagai contoh, tekanan ban depan standar Avanza adalah 230 Kpa / 2,3 Kgf/cm2 / 33 psi.

3. Kedalaman alur ban

Kedalaman alur ban digunakan untuk mengukur seberapa besar tingkat keausan ban. Pengukurannya harus pada alur dengan tanda segitiga ( tire wear indikator )di dinding luar ban. Limitnya adalah 1 mm, artinya jika kedalama alur 1 mm atau kurang, ban dikatakan sudah aus / gundul. Maka sebaiknya ban tersebut segera diganti. Ban gundul sangat berbahaya, karena dapat menyebabkan femonema hidroplanning saat menapak di genangan air. Ban cenderung mengambang di permukaan air, dan menyebabkan pengemudian menjadi susah dikendalikan.

Baca juga :
Mengenal wireless charging

4. Terdapat benda asing

Pastikan pada ban tidak terdapat benda asing yang menempel. Bisa saja selama perjalanan, ada semacam paku yang menempel di permukaan ban. Ini akan menyebabkan ban menjadi bocor selama perjalanan berikutnya. Jika ditemukan benda asing, segera perbaiki/ cabut ke tukang tambal ban terdekat.

Baca juga :
Fitur mobil “zaman now”

5. Pengencangan mur roda

Roda/pelek diikat pada axle hub menggunakan beberapa mur roda. Yang umum digunakan adalah 4 -5 mur per roda. Mur ini menahan agar roda tidak kendor/ terlepas selama berputar. Ketika pengencangan mur ini kurang dari spesifikasinya, maka mur bisa longgar dan ban dapat kendor, bahkan bisa terlepas dengan sendirinya saat di perjalanan. Untuk itu penting memastikan bahwa kekencangan mur ban sudah sesuai spesifikasinya. Pada umumnya momen mur ban adalah 103 N*n / 1050 kgf*cm / 76 ft*lbf.

6. Ban cadangan

Pastikan bahwa ban cadangan selalu tersedia dimobil. Ban cadangan sangat diperlukan untuk mengganti ban utama saat mengalami pecah ban / kempes di tengah perjalanan. Ban cadangan haruslah dalam keadaan baik secara fisik, dan mempunyai tekanan udara yang cukup. Penting juga untuk memastikan dongkrak dan tool set tersedia di mobil, sehingga sewaktu-waktu akan digunakan sudah tersedia.

Nah, beberapa hal tersebut adalah hal penting yang perlu dipersiapkan sebelum melakukan perjalanan mudik. Pastikan semua dalam kondisi baik, sehingga perjalanan mudik Anda menjadi lebih aman dan nyaman. Jangan lupa berdoa ya, sebelum mengendarai kendaraan Anda. Semoga bermanfaat! [www.otomotifinfo.com]